Minggu, 25 Maret 2012


Kisah
3 ikan bersaudara
Di suatu tempat yang indah dan luas yang biasa di sebut lautan karang indah disana banyak sekali ikan-ikan cantik dan karang-karang yang indah. Disana ikan-ikan hidup dengan damai dan tenang. Ada salh satu karang yang ditempati 3 ikan bersaudara , mereka hidup bersama , namun mereka memiliki sifat yang berbeda-beda. Ikan pertama namanya Raka , memiliki sifat yang bijaksana, ikan yahg kedua namanya Rasya, dia memiliki sifat yang cerdik dan pintar, ikan yang ketiga namanya Roki, dia memiliki sifat yang pasif/pasrah dalam keadaan /menerima apa adanya selalu mengaitkan hidup pada takdir.
Meraka selalu rukun walaupun berbeda sifat, mereka bias memahami character saudara-saudaranya, mereka bersama sejak kecil, orang tua mereka sudah tiada, karna ditangkap oleh “nelayan”, jadi mereka hidup yatim piatu, namunmereka hidup senag dan bahagia karna selalu bersama.
Suatu ketika mereka berjalan-jalan di desa,meraka bernyanyi, bersiul, pokoknya riang gembira. Ketika mereka asik jalan-jalan mereka melihat ikan sedang bergerombolan, lalu mereka menghampirinya, dan mendenagr salah satu ikan berbicara “ kawan aku kemarin melihat kapal besar pengangkut ikan di daerah barat sana dan kemungkinan mereka akan menuju ke desa kita” ikan satu lagi menyalah “trus kita bagaimana? “Masa kita diam saja” (dengan nada ketakutan) ikan tadi bicara membalas pertanyaan tersebut “ kita lihat saja besok , jika ada kita langsung pergi dan menyiapkan barang-barang kalian dan jangan lupa juga anak-anak kalian,,,bagaimana setuju”  “setuju” (semua ikan menjawab dengan serempak).
Setelah mendengar percakapan para ikan tersebut, ketiga ikan bersaudara tersebut, sekujur tubuh mereka merinding tak karuaan,, Roki berkata “bagaimana ini?, kita harus bagaimana?” (dengan bibir gemetaran) Raka pun berkata “tenang saja saudaraku kita bicarakan masalah ini di rumah saja, agar nyaman oke” (dengan nada yang lembut) Rasya pun angkat bicara “ baiklah,, sebaiknya kita pulang sekarang , memecahkan masalah ini lebih cepat lebih baik” (dengan nada semangat. Akhirnya mereka pun pulang dengan hati was-was, setelah sampai di rumah mereka pun istirahat menengkan pikiran sejenak sebelum mebicarakan masalah tadi. Setelah pikiran mereka tenag semua akhirnya mereka pun akan mulai bicara. Yang pertama Raka yang angkat bicara “ Kalian tau sendiri kan!! Warga tadi membicarakan tentang pelayan yang akan ke desa kita ini, dan warga pun setuju nanti malam mereka berkemas bila benar-benar besok para nelayan akan kesini, nah!! Menueut kalian bagaimana pemecahan masalahnya apakah kita harus ikut warga atau tidak? Rasya angkay bicara “ lebih baik kita ikuti saja warga, lagian apa mungkin para nelayan dari barat ingin kesini hnaya butuh satu hari, tentunya itu mustahil” ( agak tidak percaya kan kabar tersebut dan bicara dengan gaya peneliti). Roki angkat bicara “ benar!, kita tunggu saja besok bagaimana keadaanya” (dengan nada pasrah) Raka menyangkal “ aku tidak setuju lebih baik kita pergi sekarang dan setelah beberapa hari kita pulang lagi kesini tentunya setelah keadaan aman, bagaimana saudaraku sutuju”(dengan nada memeksa), Roki pun menyelak “sudah tunggu saja besok, kita lihat saja takdir kita besok apa yang terjadi jalani saja” (dengan nada meninggi) Raka pun berkata” Tapi takdir itu bias di ubah dengan usaha dan doa, jadi aku putuskan sekarang aku pergi ,, apa kalian mau ikut? “Tidak” Rasya dan Roki menjawab serentak. Tapi firastku tidak baik tentang masalah ini jadi kita harus pergi sekarang juga” kata Raka lalu Rasya pun menyelak perkataan Raka “Alah kau ini hanya menggunakan firasat saja, pakailah akal dan logika mu ( dengan nada meninggi) “ Saudara ku kita sudah bersama-sama sejak kecil, aku tak mau berpisah dengan kalian, aku sudah terlanjur saying kepada kalian,jadi tolonglah ikutlah dengan ku (dengan nada memohon) Namun Roki dan Rasya hanya minta maaf karna tidak bias ikut dan mereka bersikeras dengan keputusan meraka masing-masing “Baiklah saudraku kalau itu pilihan kalian apa boleh buat, aku tidak bias memaksa, dan aku minta maaf atas pertengkaran tadi, sorry aku akan pergi sekarang, aku berpesan pada kalian jika kalian selamat pergilah kearah timur, aku aka nada disana menuggu kalian dan mudah-mudahan ini bukan pertemuaan kita yang terakhir” kata Raka” Ya kami berjanji, jika kami selamat kami akan pergi kea rah timur menemui mu. Baiklah aku pergi, jaga baik-baik diri kalian semoga selamat oke. Ku tunggu kalian di timur. Akhirnya Raka pun pergi dengan berat hati dan keadaan sedih karna saudranya tercinta tak mau ikut dengan nya dan dia hanya berdoa agar kedua saudranya selamat.
Di lain tempat Rasya dan Roki berkemas untuk hari esok mereka tidur sejenak, selang waktu beberapa jam mereka terbangun karna mendengar suara teriak dari warga ikan, mereka pun langsung keluar rumah. Mereka melihat keadaan desa mereka kacau, warga berlarian kesana kemari karna para nelayan yang di tunggu-tunggu tersebut datang lebih cepat dari perkiraan para warga. Akhirnya pun Rasya dan Roki keluar dari rumah mereka lalu berlari tak tentu arah. Meraka menyesal, kenapa mereka tidak mendengarkan perkataan Raka, mereka pun pusing harus lari kemana lagi karena semua daerah sudah di kepung oleh jaring. Bahkan hamper semua warga ikan tertangkap oleh para nelayan. Lalu Roki berkata” bagaimana ini? Dan harus berbuat apa” (dengan nada ketakutan) Rasya pun menjawab “ kita lari saja dan juga menjauh dari jaring tersebut “ “baiklah” kata Roki. Namun mereka sangat sial sebelum lari mereka sudah tertanggkap bersama ratusan ikan yang sedang ketakutan mereka mencoba keluar dari jaring tersebut, namun apa daya mereka tak mampu. Disaat itu Roki mulai pasrah dan dia berkata “mungkin ini memang takdir ku” Roki hanya mengeliat-geliatkan badanya karana jaring sudah sampai di permukaan. Sedangkan Rasya yang cerdik dan pintar di berpura-pura mati agar di buang kelaut kembali,dan rencananya pun berhasil. Sedangkan Roki tertangkap bersama ratusan ikan lainya. Setelah Rasya pura-pura mati danb Rasya melihat pra nelayan sudah pergi dan dia pun pergi kea rah timur untuk bertemu Raka. Di perjalanan Rasya sedih karna kehilangan Roki saudara tercintanya tersebut. Setelah beberapa jam kemudian Rasya melihat Raka yang sedang Istirahat di dalam karang, Raka pun melihat Rasya, mereka pun saling berpapasan satu sama lain. Merka sangat senang bisa bertemu lagi, lalu Raka bertanya “ dimana Riko” Rasya hanya terdiam menahan air mata yang menetes di matanya . Raka pun bertanya lagi  “ dimana Riko” lalu Rasya memberitahukan semuanya kepada Raka apa yang terjadi pada Riko. Setelah mendengar semua cerita tersebut Raka menangis dan sedih, tapi dia terima dengan tegar walaupun sakit rasanya. Mereka pun berdoa mudah-mudahan mereka selalu bersama walaupun berbeda tempat dan waktu, setelah itu mereka kembali kerumah mereka yang ada di desa, keadaanm desa sangat sepi dan hanya beberpa ikan saja yang selamat, dan mereka berjanji akan selalu bersama tuk selamanya sampai ajal menjemput…..Walaupun mereka hidup hanaya berdua tampa Roki mereka mencoba tegar tuk menjalani perjalanan hidup yang bari ini