Kisah
3 ikan bersaudara
Di suatu tempat yang indah dan luas
yang biasa di sebut lautan karang indah disana banyak sekali ikan-ikan cantik
dan karang-karang yang indah. Disana ikan-ikan hidup dengan damai dan tenang.
Ada salh satu karang yang ditempati 3 ikan bersaudara , mereka hidup bersama ,
namun mereka memiliki sifat yang berbeda-beda. Ikan pertama namanya Raka , memiliki sifat yang bijaksana,
ikan yahg kedua namanya Rasya, dia
memiliki sifat yang cerdik dan pintar, ikan yang ketiga namanya Roki, dia memiliki sifat yang
pasif/pasrah dalam keadaan /menerima apa adanya selalu mengaitkan hidup pada
takdir.
Meraka selalu rukun walaupun berbeda
sifat, mereka bias memahami character saudara-saudaranya, mereka bersama sejak
kecil, orang tua mereka sudah tiada, karna ditangkap oleh “nelayan”, jadi
mereka hidup yatim piatu, namunmereka hidup senag dan bahagia karna selalu
bersama.
Suatu ketika mereka berjalan-jalan di
desa,meraka bernyanyi, bersiul, pokoknya riang gembira. Ketika mereka asik
jalan-jalan mereka melihat ikan sedang bergerombolan, lalu mereka
menghampirinya, dan mendenagr salah satu ikan berbicara “ kawan aku kemarin
melihat kapal besar pengangkut ikan di daerah barat sana dan kemungkinan mereka
akan menuju ke desa kita” ikan satu lagi menyalah “trus kita bagaimana? “Masa kita
diam saja” (dengan nada ketakutan) ikan tadi bicara membalas pertanyaan
tersebut “ kita lihat saja besok , jika ada kita langsung pergi dan menyiapkan
barang-barang kalian dan jangan lupa juga anak-anak kalian,,,bagaimana setuju” “setuju” (semua ikan menjawab dengan
serempak).
Setelah mendengar percakapan para
ikan tersebut, ketiga ikan bersaudara tersebut, sekujur tubuh mereka merinding
tak karuaan,, Roki berkata “bagaimana ini?, kita harus bagaimana?” (dengan
bibir gemetaran) Raka pun berkata “tenang saja saudaraku kita bicarakan masalah
ini di rumah saja, agar nyaman oke” (dengan nada yang lembut) Rasya pun angkat
bicara “ baiklah,, sebaiknya kita pulang sekarang , memecahkan masalah ini
lebih cepat lebih baik” (dengan nada semangat. Akhirnya mereka pun pulang
dengan hati was-was, setelah sampai di rumah mereka pun istirahat menengkan
pikiran sejenak sebelum mebicarakan masalah tadi. Setelah pikiran mereka tenag
semua akhirnya mereka pun akan mulai bicara. Yang pertama Raka yang angkat
bicara “ Kalian tau sendiri kan!! Warga tadi membicarakan tentang pelayan yang
akan ke desa kita ini, dan warga pun setuju nanti malam mereka berkemas bila
benar-benar besok para nelayan akan kesini, nah!! Menueut kalian bagaimana
pemecahan masalahnya apakah kita harus ikut warga atau tidak? Rasya angkay
bicara “ lebih baik kita ikuti saja warga, lagian apa mungkin para nelayan dari
barat ingin kesini hnaya butuh satu hari, tentunya itu mustahil” ( agak tidak
percaya kan kabar tersebut dan bicara dengan gaya peneliti). Roki angkat bicara
“ benar!, kita tunggu saja besok bagaimana keadaanya” (dengan nada pasrah) Raka
menyangkal “ aku tidak setuju lebih baik kita pergi sekarang dan setelah
beberapa hari kita pulang lagi kesini tentunya setelah keadaan aman, bagaimana
saudaraku sutuju”(dengan nada memeksa), Roki pun menyelak “sudah tunggu saja
besok, kita lihat saja takdir kita besok apa yang terjadi jalani saja” (dengan
nada meninggi) Raka pun berkata” Tapi takdir itu bias di ubah dengan usaha dan
doa, jadi aku putuskan sekarang aku pergi ,, apa kalian mau ikut? “Tidak” Rasya
dan Roki menjawab serentak. Tapi firastku tidak baik tentang masalah ini jadi
kita harus pergi sekarang juga” kata Raka lalu Rasya pun menyelak perkataan
Raka “Alah kau ini hanya menggunakan firasat saja, pakailah akal dan logika mu
( dengan nada meninggi) “ Saudara ku kita sudah bersama-sama sejak kecil, aku
tak mau berpisah dengan kalian, aku sudah terlanjur saying kepada kalian,jadi
tolonglah ikutlah dengan ku (dengan nada memohon) Namun Roki dan Rasya hanya
minta maaf karna tidak bias ikut dan mereka bersikeras dengan keputusan meraka
masing-masing “Baiklah saudraku kalau itu pilihan kalian apa boleh buat, aku
tidak bias memaksa, dan aku minta maaf atas pertengkaran tadi, sorry aku akan
pergi sekarang, aku berpesan pada kalian jika kalian selamat pergilah kearah
timur, aku aka nada disana menuggu kalian dan mudah-mudahan ini bukan
pertemuaan kita yang terakhir” kata Raka” Ya kami berjanji, jika kami selamat
kami akan pergi kea rah timur menemui mu. Baiklah aku pergi, jaga baik-baik
diri kalian semoga selamat oke. Ku tunggu kalian di timur. Akhirnya Raka pun
pergi dengan berat hati dan keadaan sedih karna saudranya tercinta tak mau ikut
dengan nya dan dia hanya berdoa agar kedua saudranya selamat.
Di lain tempat Rasya dan Roki
berkemas untuk hari esok mereka tidur sejenak, selang waktu beberapa jam mereka
terbangun karna mendengar suara teriak dari warga ikan, mereka pun langsung
keluar rumah. Mereka melihat keadaan desa mereka kacau, warga berlarian kesana
kemari karna para nelayan yang di tunggu-tunggu tersebut datang lebih cepat
dari perkiraan para warga. Akhirnya pun Rasya dan Roki keluar dari rumah mereka
lalu berlari tak tentu arah. Meraka menyesal, kenapa mereka tidak mendengarkan
perkataan Raka, mereka pun pusing harus lari kemana lagi karena semua daerah
sudah di kepung oleh jaring. Bahkan hamper semua warga ikan tertangkap oleh
para nelayan. Lalu Roki berkata” bagaimana ini? Dan harus berbuat apa” (dengan
nada ketakutan) Rasya pun menjawab “ kita lari saja dan juga menjauh dari
jaring tersebut “ “baiklah” kata Roki. Namun mereka sangat sial sebelum lari
mereka sudah tertanggkap bersama ratusan ikan yang sedang ketakutan mereka
mencoba keluar dari jaring tersebut, namun apa daya mereka tak mampu. Disaat
itu Roki mulai pasrah dan dia berkata “mungkin ini memang takdir ku” Roki hanya
mengeliat-geliatkan badanya karana jaring sudah sampai di permukaan. Sedangkan
Rasya yang cerdik dan pintar di berpura-pura mati agar di buang kelaut
kembali,dan rencananya pun berhasil. Sedangkan Roki tertangkap bersama ratusan
ikan lainya. Setelah Rasya pura-pura mati danb Rasya melihat pra nelayan sudah
pergi dan dia pun pergi kea rah timur untuk bertemu Raka. Di perjalanan Rasya
sedih karna kehilangan Roki saudara tercintanya tersebut. Setelah beberapa jam
kemudian Rasya melihat Raka yang sedang Istirahat di dalam karang, Raka pun
melihat Rasya, mereka pun saling berpapasan satu sama lain. Merka sangat senang
bisa bertemu lagi, lalu Raka bertanya “ dimana Riko” Rasya hanya terdiam
menahan air mata yang menetes di matanya . Raka pun bertanya lagi “ dimana Riko” lalu Rasya memberitahukan
semuanya kepada Raka apa yang terjadi pada Riko. Setelah mendengar semua cerita
tersebut Raka menangis dan sedih, tapi dia terima dengan tegar walaupun sakit
rasanya. Mereka pun berdoa mudah-mudahan mereka selalu bersama walaupun berbeda
tempat dan waktu, setelah itu mereka kembali kerumah mereka yang ada di desa,
keadaanm desa sangat sepi dan hanya beberpa ikan saja yang selamat, dan mereka
berjanji akan selalu bersama tuk selamanya sampai ajal menjemput…..Walaupun
mereka hidup hanaya berdua tampa Roki mereka mencoba tegar tuk menjalani
perjalanan hidup yang bari ini